Sejarah

Desa Sekarputih meliputi dua dusun yaitu : Dusun Rowodoro dan Dsn Sekarputih. Setiap dusun itu mempunyai cerita atau dongeng sendiri-sendiri. Hanya sumber cerita itu bersifat lisan sedangkan peninggalannya biasanya berupa makam.
Untuk nama Desa “Sekarputih” sendiri tidak ada yang tahu, yang jelas yang menjadi “cikal bakal” atau yang menjadi pendiri Desa Sekarputih adalah Mbah Suro Dipo dan Dewi Rantinah. Banyak warga masyarakat yang menyebut “Mbah Gempol “ karena letak makamnya berada di sebelah Pohon Asam dan Pohon Gempol yang berada di belakang rumah Bapak Silan RT 07 RW 03 Dusun Sekarputih Desa sekarputih.
Sedangkan Dusun Rowodoro sendiri juga mempunyai cerita sendiri, konon katanya jaman dahulu kala wilayah dusun tersebut merupakan daerah “rawa” (rowo dalam bahasa jawa) dan banyak berkembang biak burung merpati yang orang jawa sebut burung “dara”(doro dalam bahasa jawa). Sehingga sampai sekarang disebut Rowodoro. Untuk Dusun Rowodoro juga mempunyai cerita tentang “cikal bakal” Dusun Rowodoro. Warga masyarakat menyebut dengan nama Mbah Singo Lodro yang letak makamnya berada di RT 02 RW 01 Dusun Rowodoro Desa Sekarputih.
Di saat itu orang masih awam dan ekonominya belum teratur. Agamanya masih berkelompok-kelompok, masih banyak tanah yang dianggap mistis dan kepercayaan bahwa makam sesepuh / pepohonan besar mempunyai keramat dan kebetulan ada pohon asam dan pohon gempol yang sangat besar, yang kemudian jadi tempat ritual yang dipuja-puja masyarakat, dianggapnya pohon tersebut mempunyai kekuatan gaib. Bahkan sampai sekarang tempat-tempat tersebut masih digunakan untuk selamatan “Sedekah Bumi” di bulan Muharram (Bulan Suro) atau Nyadranan selain itu juga ada yang mengadakan Selamatan Hajat atau Nadhar, selamatan Musim Tanam (Padi Khususnya).
Seiring berkembangnya jaman dan ajaran agama islam dari tahun ke tahun membawa dampak yang sangat besar terhadap warga setempat yang mengeramatkan makam dan pohon-pohon besar yang semakin berkurang. Mayoritas warga yang beragama islam mendorong didirikannya Masjid Misbahul Islam dan Pondok Pesantren Misbahul Islam yang santrinya juga banyak yang berasal dari daerah lain bahkan dari luar pulau jawa semakin menguatkan ajaran agama islam di Desa Sekarputih, termasuk Perkumpulan pengajian Rutin di tingkat RT, Ibu-ibu, Majlis Yasin dan tahlil, kesenian hadrah dan Peringatan peringatan hari besar islam. Sehingga warga Desa Sekarputih unsur keagamaan sangat kuat.